Perjudian online bukan hanya melanggar hukum, tapi juga membawa dampak buruk seperti kerugian finansial, gangguan mental, dan sosial. Untuk itu, perlu tindakan preventif dan penegakan hukum yang tegas,” ucap Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, hari Rabu kemarin.

Saluran ini dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi dan melaporkan praktik perjudian online. Layanan yang disediakan mencakup hotline stop judi online, salinan Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2024, booklet stop judi online, video iklan layanan masyarakat, serta konten yang dapat disebar luaskan oleh masyarakat.

Edukasi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko dan dampak negatif dari perjudian online. Kementerian Kominfo mengajak semua lapisan masyarakat untuk menggunakan saluran ini guna memberantas perjudian online. Usman juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan aktivitas perjudian online melalui aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id, atau melalui WhatsApp di 08119224545.

Dikatakan oleh Usman bahwa perjudian online dapat mengakibatkan berbagai konsekuensi negatif seperti kecanduan, kehilangan pekerjaan, keretakan keluarga, utang, dan sanksi hukum. Oleh karena itu, penting untuk menjaga diri dan orang-orang terdekat dari bahaya perjudian online. Pemerintah berharap dengan kerja sama yang baik, perjudian online dapat diminimalisir dan ditindak dengan tegas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan praktik perjudian online,” tandas Usman. Kementerian Kominfo juga secara rutin memblokir akses ke situs-situs yang menyediakan perjudian online. Sejak 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir 2.945.150 konten perjudian online.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengajukan permintaan penutupan 555 akun e-wallet yang terkait dengan aktivitas perjudian online kepada Bank Indonesia dan memblokir 5.779 rekening bank terkait perjudian online kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 18 September 2023 hingga 28 Mei 2024.

Dari data yang ada, sejak 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menangani 16.596 sisipan laman perjudian di situs pendidikan dan 18.974 sisipan laman perjudian di situs pemerintahan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengirimkan surat peringatan kepada pengelola X, Telegram, Google, Meta, dan TikTok karena platform mereka banyak dimanfaatkan untuk menyebarkan konten terkait perjudian online. mari kita bersama-sama jaga dan lindungi masyarakat dari bahaya perjudian online.

By admin